EMAS YANG MEMBELI KESEHATAN TIDAK PERNAH DAPAT MEMBELI YANG SAKIT HABISKAN
Showing posts with label LINGKUNGAN. Show all posts
Showing posts with label LINGKUNGAN. Show all posts

Monday, May 2, 2016

10 NEGARA PALING RAMAH LINGKUNGAN

Berikut ini akan dijelaskan negara - negara yang paling ramah lingkungan di dunia yaitu sebagai berikut:
1. Jerman



Selain Jerman terkenal dengan cuaca mendungnya, Jerman memiliki lebih dari setengah pemabngkitan lisytrik tenaga surya di dunia dan telah menginvestasikan lebih dari $ 14 milyar (140 triliun rupiah) pada tahun 2008 dalam hal "Green Technology". Bahkan, salah satu kotanya, Vauban, hampir tidak ada mobil sama sekali.

2. Norwegia



Mempunyai produksi panel surya terbesar di dunia dan membangun penjara ramah lingkungan pertama di dunia bernama "Bastoy Prison". Mereka juga berencana untuk membuat gas karbon menjadi netral pada tahun 2030, bukan pada tahun 2050 seperti yang diramalkan.

3. Tuvalu



Negara kepulauan kecil dengan 12.000 penduduk ini telah berjanji berencana untuk memakai bahan bakar dengan sumber yang terbarukan untuk kegiatan ekonominya pada tahun 2020. Namun, negara kepulauan ini sudah tenggelam karena meningkatnyta tinggi air laut yang disebabkan oleh pemanasan global, Tuvalu berharap untuk menggantikan semua bahan bakar fosil oleh tenaga surya dan tenaga nagin.

4. Swiss



Swiss tampaknya telah menduduki setidaknya dua daftar negara ramah lingkungan dalam universitas - universitas Amerika Serikat yang mengalahkan 146 negara lainnya untuk pesona hijau. Swiss juga mengenakan biaya untuk air dan layanan pengelolaan sampah serta memiliki pajak lingkungan yang parah. Hal ini membuat Swiss memipin beberapa tingkat polusi udara dan polusi air terendah di dunia.

5. Swedia



Dunia mengatakan bahwa akan direncanakan untuk tidak memakai bahan bakar fosil sama sekali pada tahun 2010. Swedia sudah memulai tenaga nuklir atau tenaga air dan mereka menggunakan etanol dan kotoran hewan untuk menghidupkan mobil. Rupanya, mereka juga mencoba untuk mengembangkan :wave power" atau tenaga gelombang yang dapat menghasilkan energi listrik empat kali lebih banyak dari tenaga surya hasilkan pada waktu yang sama.

6. Finlandia



Hutan di Finlandia tumbuh lebih cepat dibandingkan penghancurannya. Plus negeri ini meiliki kualitas udara yang sangat tinggi dan rendahnya tingkat polusi air. Finlandia juga berada antara eksportir terbesar di dunia mengenai teknologi tenaga angin.

7. Denmark



Negara ini memiliki taman angin lepas pantai pertama yang menghasilkan di dunia. Denmark juga menjadi independen terhadap impor bahan bakar fosil pada tahun 9173. Hari ini, Denmark memiliki rasio terbesar di dunia mengenai tenaga angin pada campuran energi.

8. Perancis



Tujuh puluh delapan persen dari energi Perancis menggunakan tenaga nuklir untuk mengurangi emisi nitrogen oxida dan emisi berbahaya lainnya sebesar 70 persen. Pemerintah Perancis juga berambisi mengurangi 54 juta ton CO2 pada tahun 2010.

9. Australia



Sebuah kota di Australia telah melarang air dengan kemasan botol dan pemerintah federal memberikan dana $ 300 juta (3 triliun rupiah) untuk membiayai insiatif-insiatif energi bersih.

10. Costarica



80 persen negara ini mendapatkan suplai energi listrik dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga air. Selain itu, lima persen dari keanekaragaman hayati dunia terdapat di negeri yang satu ini dan seperempat wilayah negaranya dikhususkan untuk taman pelestarian.

Sunday, May 1, 2016

CARA PEMBERANTASAN DEMAM BERDARAH


A. PENCEGAHAN
1). Beri penyuluhan, informasikan kepada masyarakat untuk membersihkan tempat perindukkan nyamuk dan melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan memasang kawat kasa, perlindungan dengan pakaian dan menggunakan obat anti gosok nyamuk.
2). Lakukan survei di masyarakat untuk mengetahui tingkat kepadatan vektor nyamuk. Agar mengetahui tempat perindukkan dan habitat larva, biasanya untuk Aedes Aegypti adalah tempat penampungan air buatan atau alam yang dekat dengan permukiman manusia (misalnya ban bekas, vas bunga, dan tandon penyimpanan air) dan membuat rencana pemberantasan sarang nyamuk serta pelaksanaanya.
B. Pengawasan Penderita, Kontak, dan Lingkungan Sekitar
1). Laporan kepada instansi kesehatan setempat, laporan resmi wajib dilakukan bila terjadi KLB (Kejadian Liuar Biasa).
2). Isolasi, kewaspadaan universal terhadap darah. Sampai dengan demam hilang, hindari penderita demam dari gigitan nyamuk pada siang hari dengan memasang kasa pada ruang perawatan penderita dengan menggunakan kelambu, lebih baik lagi dengan kelambu yang telah direndam di dalam insektisida, atau lakukan penyemprotan tempat permukiman dengan insektisida yang punya efek knock down terhadap nyamuk dewasa ataupun dengan insektisida yang meninggalkan residu.
3). Disinfeksi serentak.
4). Karantina.
5). Imunisasi kontak
Jika demam dengue terjadi di sekitar daerah fkus demam kuning, lakukan imunisasi terhadap penduduk dengan vaksin demam kuning sebab vektor untuk daerah perkotaan kedua penyakit ini sama.
6). Lakukan investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi, selidiki tempat tinggal penderita 2 minggu sebelum sakit dan cari penderita tambahan yang tidak dilaprkan atau tidak terdiagnosis.
7). Pengobatan spesifik: Renjatan hipovolemik disebabkan oleh bocornya plasma karena peningkatan permeabilitas pembuluh darah bereaksi dengan terapi oksigen dan pemberian cepat dengan cairan dan elektrolit (larutan ringer laktat 10 - 20 ml/kg/jam). Pada kasus renjatan yang lebih berat, sebaiknya digunakan plasma dan atau cairan pengganti plasma. Kecepatan pemberian plasma dan cairan harus dihitung sesuai dengan jumlah yang hilang, biasanya diukur dengan mikrohematrokrit. Peningkatan nilai hematrokrit yang terus menerus walaupun sudah diguyur dengan cairan memberi indikasi bahwa perlu diberikan plasma atau koloid lain. Pengamatan yang ketat perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya overhidrasi. Transfusi darah dilakukan bila terjadi perdarahan berat yang menyebabkan turunnya hematrokrit. Penggunaan heparin untuk mengobati perdarahan massive oleh karena adanya Disseminated Intra Vasculer Congulation berbahaya, tidak ada manfaatnya. Plasma segar, fibrinogen, dan konsentrat trombosit digunakan untuk mengobati perdarahan berat. Aspirin merupakan kontradiksi karena dapat menimbulkan perdarahn.
C. Penanggulangan Wabah 

Temukan dan musnahkan spesies Aedes dilingkungan permukiman, bersihkan tempat perindukan atau taburkan larvasida di semua tempat yang potensial sebagai tempat perindukan larva Aedes Aegypti. Gunakan obat gosok anti nyamuk bagi orang-orang yang terpajan dengan nyamuk.

D. Program Kebersihan Lingkungan

Pencegahan penyakit demam berdarah melalui program kebersihan lingkungan, yakni memutuskan mata rantai sebaran nyamuk penyebab demam berdarah. Demam berdarah dapat dicegah dengan memberantas jentik-jentik nyamuk Demam Berdarah (Aedes Aegypti) dengan cara PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk).
Upaya tersebut merupakan cara yang terbaik, ampuh, murah, mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat, dengan cara sebagai berikut:
1. Bersihkan (kuras) tempat penyimpanan air (seperti: bak mandi/WC, drum, dan lain-lain) sekurang - kurangnya seminggu sekali. Gantilah air di vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain sekurang-kurangnya seminggu sekali.
2. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti tempayan, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu.
3. Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol - botol pecah, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Potongan bambu, tempurung kelapa, dan lain-lain agar dibakar bersama sampah lainnya.
4. Tutuplah lubang-lubang pagar pada pagar bambu dengan tanah atau adukan semen.
5. Lipatlah pakaian/kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap di situ.
6. Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras, taburkan bubuk Abate ke dalam genangan air tersebut untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Ulangi setiap 2-3 bulan sekali.
Ada banyak cara untuk memberantas nymuk Aedes Aegypti, antara lain:
1. Penyemprotan dengan menggunakan zat kimia.
2. Pengasapan insektisida.
3. Memutus daur hidup nyamuk dengan menggunakan ovitrap dan memberi ikan cere di tempat penampungan air.
Untuk memberantas jentik-jentik nyamuk dapat menggunakan serbuk abate, dengan komposisi takaran sebagai berikut:
1. Untuk 10 liter air cukup dengan 1 gram serbuk abate.
2. Bila memerlukan abate kurang dari 10 gram, maka dapat dilakukan sebagai berikut:
> Ambil 1 sendok makan abate dan tuangkan pada selembar kertas.
> Lalu bagilah abate menjadi 2,3 atau 4 bagian sesuai dengan takaran yang dibutuhkan.
3. Setelah dibubuhkan abate, maka:
> Selama 3 bulan bubuk abate dalam air tersebut mampu membunuh jentik Aedes Aegypti. 
> Selama 3 bulan bila tempat penampungan air tersebut akan dibersihkan/diganti airnya, hendaknya jangan menyikat bagian dalam dinding tempat penampungan air tersebut. 
> Air yang telah dibubuhi abate dengan takaran yang benar, tidak membahayakan dan tetap aman bila air tersebut diminum.

Thursday, April 28, 2016

MEMBASMI JENTIK NYAMUK DENGAN IKAN CERE


Apakah Ikan Cere itu?
Ada beberapa spesies ikan tertentu yang bisa dimanfaatkan sebagai pembasmi jentik nyamuk. Salah satunya, ikan "antinyamuk" Gambusia affinis. Selain sudah terbukti sebagai pengendali ampuh nyamuk malaria, ikan cere atau gambusia itu juga berpotensi sebagai pengendali nyamuk demam berdarah. Dimana-mana, nyamuk selalu nakal dan menjengkelkan. Nyamuk Indonesia atau Amerika sama saja. Entah nyamuk rumahan atau nyamuk sekolahan. Yang sedang mengantuk dipaksanya garuk-garuk. Bahkan, ada yang bisa membuat korban gigitannya meringkuk di rumah sakit karena terserang penyakit. Di tempat kita, serangga ini ditakuti karena ada yang menjadi vektor penyebar malaria, demam berdarah, chikungunya, dan filariasis (kaki gajah). Agresinya sedemikian ganas sampai gerakan 3M (menguras, mengubur, dan menutup) saja tidak sanggup menghentikannya sehingga Departemen Kesehatan perlu manambah gerakan 3M menjadi 3M plus.

Nyamuk dewasa dihalau dengan asaap dan ditangkal denga kasa. Sedangkan, nyamuk anakan dibasmi saat masih berupa jentik-jentik. Pembasmian jentik nyamuk biasanya dilakukan dengan cara kimiawi menggunakan bubuk abate atau pakai cara biologis dengan memanfaatkan ikan pemakan jentik. Jenis ikan yang biasa untuk itu pun macam-macam, antara lain keluarga ikan cupang, ikan gapi (Poecilia reticulata), ikan kepala timah (Aplocheilus panchax), dan ikan cere atau gambusia (Gambusia affinis).
Di antara sekian macam itu, Gambusia affinis tampaknya yang paling kurang populer. Mungkin karena tampangnya yang tidak sebagus ikan cupang atau gapi. Warna sisiknya tidak meriah. Sosoknya pun tak sedap dipandang. Gambusia memang kurang beruntung karena penampilannya yang tidak menawan. Tapi dalam soal melahap jentik nyamuk, ia layak diandalkan. Tidak berlebihan jika ikan ini lalu disebut ikan antinyamuk.


Di banyak negara ikan cere telah terbukti ampuh mengendalikan populasi serangga pengisap darah manusia ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pun merekomendasikan ikan cere sebagai pengendali biologis (biokontrol) populasi nyamuk. Di Amerika Serikat, Iran dan India, ia dipakai dalam program resmi pemberantasan penyakit akibat gigitan nyamuk.

Sama seperti di negara lain pasti mempunayi perbedaan masalah dengan kondisi penyakit. Di negara-negara tropis, ikan ini diperbantukan untuk mengendalikan malaria. Sementara di negara asalnya Amerika Serikat, ia dimanfaatkan dalam program pemberantasan west nille virus (virus penyebab radang selaput otak).




Ikan Cere Makan Anak Sendiri

Ikan cere masih satu kerabat dengan gapi, yaitu dari keluarga Poeciliidae. Sebenarnya, ia penduduk asli sungai Mississippi, Luosiana, Amerika Serikat. Di negara asalnya itu orang menyebutnya mosquito fish karena reputasinya sebagai pembasmi larva nyamuk. Berbekal reputasi itu, ikan gambusia diekspor ke banyak negara, termasuk Indonesia. Ikan itu banyak dijumpai di sawah-sawah, parit, danau hingga selokan.

Gambusia tergolong ikan air tawar dan imut sosoknya. Saat dewasa, panjang badan pejantan hanya sekitar 4 cm. Tidak lebih panjang daripada dua ruas jari orang dewasa. Yang unik, betinanya lebih besar. Saat dewasa tubuhnya bisa mencapai 7 cm panjangnya. Hampir dua kali lebih panjang dari jantannya.

Perbedaan morfologi jantan dan betina ini dikenal sebagai diamorfisme seksual. Bukan karena si betina enggan berdiet sehingga badannya melar. Bukan pula karena si jantan kurang gizi. Tubuh si betina yang lebih besar itu berguna saat dia mengandung. Perut yang besar memudahkan tugasnya sebagai induk karena ikan ini berkembang biak secara ovovivipar. Si betina bertelur, tapi telurnya tidak diletakkan di air. Telur dibuahi dan dilindungi di dalam tubuh si induk sampai menetas dan dilahirkan.

Pejantan gambusia memiliki gonopodium (sirip kelamin) yang berfungsi untuk menyemprotkan sperma ke pasangan kawinnya. Di kalangan mereka berlaku seleksi pejantan. Pejantan dengan gonopodium besar biasanya lebih disukai oleh betina.

Dalam kondisi normal, ikan cere ini bisa hidup sampai usia tiga tahun. Selama masa tiga tahun itu, ia bisa beranak pinak dengan cepat. Ini salah satu kelebihannya sebagai pemangsa jentik nyamuk. Gambusia tergolong cepat matang secara seksual. Baru berumur 6 - 8 minggu saja, gambusia betina sudah siap kawin.

Dalam "kehamilan" pertama, mungkin ia hanya melahirkan beberapa anakan, sekitar belasan ekor. Akan tetapi, pada kehamilan - kehamilan berikutnya, ia bisa melahirkan 60 - 100 burayak (anakan) dalam satu kali kehamilan. Dalam setahun, seek9r gambusia betina bisa melahirkan 4 -5 kali. Sebagai gambaran betapa cepatnya gambusia berkembang biak, sebuah populasi yang berjumlah 7.000-an ekor bisa berkembang biak menjadi 120.000-an ekor dalam lima bulan.

Saat dilahirkan, ukuran panjang orok gambusia sekitar 8 mm. Begitu keluar dari "rahim" ibunya, mereka akan segera mencari makan sendiri. Bukan hanya gampang beranak, gambusia juga dikenal sebagai ikan yang gampang hidup dalam kondisi tidak bersahabat. Ia bisa bertahan hidup di air dingin ataupun hangat. Juga dalam kondisi rendah oksigen dan salinitas (kadar garam) di atas normal. Mereka juga relatif tahan terhadap polusi air dibandingkan dengan kebanyakan ikan jenis lain.

Yang paling utama, ikan cere dikenal sanggat rakus terhadap jentik nyamuk. Sifat inilah yang dimanfaatkan sebagai agen pembasmi nyamuk. Rata-rata ia bisa melahap seratusan jentik nyamuk dalam satu hari. Bisa diandalkan untuk berlomba dengan kecepatan nyamuk bertelur. Bahkan, jika khusus dijejali pakan berupa larva nyamuk, kemampuan mereka menelan larva bisa gila-gilaan. Seekor gambusia betina dewasa bisa melahap 225 larva dalam satu jam. Jika diletakkan dalam bak mandi, ikan ini bisa meringankan para "jumatik" (juru pantau jentik).

Sifat rakus gambusia ini bukan hanya pada jentik nyamuk. Bagi mereka, nyamuk biasa, nyamuk malaria, maupun nyamuk demam berdarah tidak beda rasanya. Sama-sama lezat. Jika tidak menemukan larva nyamuk, mereka akan memakan makhluk hidup renik apa aja yang dijumpai. Plankton, berudu, anak cacing, dan anak ikan lain pun disikat. Bahkan jika tidak menemukan makanan, anaknya sendiri pun kadang dilahap.

Karena makanannya makhluk-makhluk renik, mereka menyukai lingkungan dengan perairan yang alirannya relatif tenang seperti telaga atau kolam. Di tempat seperti ini banyak ditemukan makanan. Soalnya, nyamuki, katak, dan ikan suka bertelur di air yang tenang. Kita tahu, ketika jentik berubah menjadi nyamuk, ia butuh tempat yang tenang untuk melakukan penerbangan perdana. Sesaat sebelum "lepas landas", ia bersiap-siap di permukaan air lebih dulu sambil mengeringkan sayap. Itu sebabnya, nyamuk suka meletakkan telurnya di air tenang.

Demikian artikel tentang manfaat ikan cere semoga berguna bagi para pembaca.

Labels